Menyajikan Kitab “Syarah Tsulatsiyat al-Bukhari” Karya Syamsuddin bin Abdud Da’im al-Birmawi al-Syafi’i (763-831 H.)
Perjalanan keilmuan al-Birmawi sendiri mencerminkan gairah transmisi hadis di masa klasik, di mana ia menerima ijazah Shahih al-Bukhari dari deretan guru besar seperti Baha’uddin as-Subki dan Sirajuddin al- Bulqini. Melalui jalur al-Hajjar dan Wazira binti Hafsh, ia menyambungkan dirinya pada sanad yang bersambung langsung kepada al-Firabri, murid utama Imam al-Bukhari. Al-Birmawi mencatat dengan teliti bagaimana kejayaan sanad ini terjaga melalui umur panjang para perawinya, seperti al-Hajjar yang merupakan orang terakhir yang meriwayatkan dari az- Zabidi. Ia juga memberikan perhatian pada aspek filologis, menjelaskan etimologi nama seperti al- Firabri yang merujuk pada sebuah desa di pinggir sungai Jaihun, serta menceritakan dedikasi luar biasa Imam al-Bukhari yang menyusun kitabnya selama 16 tahun dan selalu mandi serta salat dua rakaat sebelum mencantumkan sebuah hadis.
Karya ini mencapai titik validitas tertingginya melalui dialog intelektual antara al-Birmawi dengan Ibnu Hajar al-Asqalani. Ketika Ibnu Hajar meninjau naskah (kurrasah) kitab ini, ia memberikan koreksi penting mengenai jumlah hadis. Ibnu Hajar mengingatkan bahwa meski secara numerik terdapat 22 tempat, jika dihitung tanpa pengulangan (bi ghair al-mukarrar), jumlah aslinya hanyalah 16 hadis.
Urgensi pendekatan al-Birmawi terletak pada posisinya sebagai penjaga kemurnian transmisi sanad tertinggi sekaligus pemberi penjelasan yang presisi. Dengan mengemas hadis-hadis ini dalam bentuk puisi, al-Birmawi memastikan mutiara kenabian tersebut hidup dalam hafalan umat secara presisi. Urgensi kajian linguistiknya berfungsi sebagai instrumen proteksi epistemologis, mencegah terjadinya penyimpangan makna hukum yang bisa berakibat fatal bagi pengamalan syariat. Akhirnya, melalui kitab yang selesai disusun pada 3 Ramadan 854 H ini, al- Birmawi berhasil mewujudkan visi spiritual Imam al- Bukhari untuk menghalau segala kedustaan dari diri Nabi SAW, menjadikan teks hadis tetap relevan, kuat secara transmisi, dan terjaga secara makna melintasi perubahan zaman.
Detail Buku:
Menyajikan Kitab “Syarah Tsulatsiyat al-Bukhari” Karya Syamsuddin bin Abdud Da’im al- Birmawi al-Syafi’i (763-831 H.)
Ukuran Buku: 14 x 21 cm
Tebal Buku: xviii + 20 halaman
Penulis: M. KHOIRUL HUDA, ALFA CHANDRAN
Penerbit: Yayasan Pengkajian Hadits El-Bukhori/El-Bukhari Publishing
- Pemesanan langsung dengan menghubungi via Whatsapp : +62 818-0921-4448 (bincangsyariahstore) dengan format:
Assalamualaikum, Admin Bincangsyariahstore saya ingin memesan buku Menyajikan Kitab “Syarah Tsulatsiyat al-Bukhari” karya Syamsuddin bin Abdud Da’im al-Birmawi al-Syafi’i
Jumlah Pemesanan:
Nama Pemesan:
Alamat:


![[Buku Terbaru] Belajar Hadis di Perguruan Tinggi: Asal Usul, Sejarah, dan Perkembangan Belajar Hadis di Perguruan Tinggi: Sejarah, Asal Usul, dan Perkembangan](https://elbukhariinstitute.or.id/wp-content/uploads/2026/02/Cover_Belajar-Hadis-di-Perguruan-Tinggi-218x150.jpeg)
![[Buku Terbaru] Metode Praktis Belajar Kitab Kuning: Dilengkapi dengan Pedoman Mengi’rab Praktis Rumus PHTA-JFH Cover Metode Praktis Belajar Kitab Kuning - Yunal Isra](https://elbukhariinstitute.or.id/wp-content/uploads/2025/04/Metode-Praktis-Belajar-Kitab-Kuning_Cover-218x150.jpeg)
![[Buku Terbaru] Travelling Home: Pergulatan Muslim Tradisionalis Eropa Travelling Home_Abdal Hakim Murad](https://elbukhariinstitute.or.id/wp-content/uploads/2025/04/Travelling-Home_Cover-218x150.png)